Don't miss

Monday, June 9, 2014

Perkembangan Hukum Di Indonesia (just share apa yang saya tahu)


By on 1:56 PM

 Pertama-tama sebelumnya saya mau memperkenalkan diri, nama saya Dwipraja Kumara Zuma alumni Akedimi Litigasi Indonesia. Tidak banyak yang saya mau bahas tentang perkembangan hukum di Indonesia. Oke langsung aja...
Dimulai dari setelah Indonesia merdeka perkembangan hukum di Indonesia belum terlalu signifikan atau dengan kata lain Indonesia hanya mengadopsi Hukum Belanda yang artinya belum banyak Undang-undang khusus pada masa ini
Beberapa tahun setelah Indonesia merdeka, Indonesia mulai membentuk susunan hukum acara yang mana lebih dikenal dengan Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana.  (Sebuah Master Piece For Anak Bangsa).
Kemudian bermunculan Undang-Undang Khusus dibawah Kitab Undang-Undang Hukum Pidana / Perdata, Nah mulai dari sinilah yang banyak menjadi pertanyaan dalam benak ini..
Sebuah Kitab Undang-Undang Hukum Pidana yang selanjutnya disebut Wvs (wet van Straafvordering} telah mencakup hampir semua peraturan dalam ruang lingkup masyarakat luas. Akan tetapi masih belum dapat menampung persoalan-persoalan baru sesuai perkembangan zaman yang mana akhirnya menciptakan anak dari Wvs itu sendiri atau yang disebut Undang-Undang.
Setelah berlakunya Undang-Undang apakah Kitab Undang-Undang Hukum Pidana masih digunakan?? jawaban nya sudah tentu pasti ya, oleh karena WvS sebagai induk daripada Undang-Undang merupakan dasar dari Peraturan-peraturan tersebut, atau lazim di sebut Grund Norm (Hans Kelsen).
Yang banyak menjadi persoalan sekarang ini ialah Undang-Undang belum menempatkan pada posisi sebenarnya dengan kata lain goncangan dalam masyarakat masih tetap dirasakan. Undang-Undang pada saat ini dinilai masih rapuh terhadap kasus-kasus yang terjadi dan sebagian perlu direvisi atau malah dihapuskan.
Undang-Undang begitu penting dalam sebuah Bangsa yang mandiri yang oleh karenanya perlulah perhatian yang khusus akan hal ini. Salah satu lembaga yang wajib memperhatikan hal ini ialah DPR (Dewan Perwakiln Rakyat). Sebagai masyarakat saya menilai DPR kurang memperhatikan hal ini, walaupun saya kurang begitu mengerti akan politik tetapi jujur saya tidak suka dengan yang namanya politik.
Disini Para Wakil Rakyat yang duduk di kursi panas, tidak begitu memperhatikan persoalan kenegaraan oleh karena sebagian dari mereka ingin mengembalikan modal saat kampanye ataupun mengambil keuntungan pada masanya, sangat berbeda dengan Wakil rakyat Di Negeri Eropa, di Eropa Wakil Rakyat yang dipilih harus mengikuti ketentuan yang mana dalam pencalonan diri mereka telah tergolong orang-orang yang berada, So ketika terpilih merekapun tidak memikirkan hal yang bernama uang. 
(To be Continued)

About Dwipraja Kumara Zuma

Dwipraja Kumara Zuma biasa dipanggil Bam adalah seorang sarjana hukum yang saat ini masih tertunda dan semoga apa yang dicita-citakan beliau kesampaian.

0 comments:

Post a Comment